Jumat, 04 Desember 2009

7 Kunci Kemakmuran.



Tak jarang timbul rasa kagum, juga heran kepada mereka yang dapat menjalani hidup dalam kenyamanan finansial. Padahal segala kesulitan ekonomi akibat krisis global finansial misalnya, juga mereka rasakan dan alami. Apa yang menyebabkan atau membedakan mereka yang hidup dalam kenyamanan finansial, dengan mereka yang selalu merasa resah setiap bulan, yah karena gaji yang sangat dibutuhkan dan terbatas..


BANGKIT!
Tentu, hal buruk terjadi dalam hidup. Lalu apa yang akan Anda lakukan? Mengasihani diri dan menyalahkan keadaan atau BANGKIT dan fokus pada hal-hal yang dapat dirubah serta dikendalikan? Karena mereka yang makmur berani menerima hal buruk yang telah terjadi, namun segera Bangkit dan mengambil Tindakan!

SOCIAL CAPITAL
Adalah aset terbaik yang Anda miliki. Relasi sosial menjadi sebuah aset ketika hubungan itu melahirkan sebuah action/tindakan yang membawa kebaikan. Mereka yang makmur tau cara menggunakan sosial capital untuk mendapatkan kemudahan finansial dan tidak pernah berhenti membangun serta menjaga hubungan yang telah ada dengan teman, rekan kerja, atau tetangga.

PASSION
Mereka yang hidup dalam kemakmuran mencintai pekerjaan yang mereka lakukan. Tentu, kadang sulit untuk mendapatkan pendapatan yang mencukupi jika hanya melakukan hal-hal yang Anda sukai. Maka kuncinya adalah mengubah paradigma berpikir dan mencoba mencintai pekerjaan Anda. Apalah artinya memiliki uang, tanpa rasa bahagia?

INTUISI
Hadir dari pola pikiran yang memungkinkan manusia untuk merasakan atau meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan. Intuisi harus terus dipupuk dan dilatih agar semakin tajam dan menjadikan kita manusia-manusia yang lebih awas serta jeli menghadapi beragam situasi.

MENABUNG
Kebiasaan menabung harus diperioritaskan dan menjadi satu kesamaan yang dimiliki orang-orang ini selama kehidupan, ya.. menabung harus menjadi sebuah kebiasaan bukan kewajiban.

INVESTASI
Ketika keadaan ekonomi global ambruk, berbagai harga melonjak dan investasi dalam bentuk mobil atau rumah nilainya anjlok, mereka yang makmur memilih membuat uang mereka "bekerja" misalnya dipasar saham. Tentu, untuk mendapatkan keuntungan kadang resiko harus diambil. Mereka membeli saham-saham papan atas yang harganya sedang turun kemudian ketika ekonomi membaik mereka menjualnya dengan harga tinggi, atau Anda dapat percayakan pada manajer investasi yang andal. Tentu saja investasi tidak hanya disaham tetapi juga bisa dalam lain misal deposito, asuransi, reksadana, properti, bisnis, emas, dan lain sebagainya. Yang penting adalah kejelian Anda dalam melihat situasi kondisi dan peluang mana yang bisa diambil sehingga dapat melipatgandakan uang Anda tentu berdasarkan analisa yang matang dan berkesinambungan.

Polis Untuk Perlindungan Cacat.



Satu Kesalahan persepsi umum mengenai asuransi adalah bahwa Anda harus meninggal terlebih dahulu, baru Anda dapat memperoleh manfaat asuransi. Ini tidak benar. Kadangkala kematian datang lebih cepat dan menjadi hal yang terbaik. Namun bagaimana jika Anda tidak meninggal, Anda hidup tapi cacat ?

Pertama, apakah biaya hidup Anda akan meningkat? sudah pasti YA ! bukan.. kedua, apakah penghasilan Anda dapat terus berlanjut? TIDAK !


Sungguh suatu kombinasi yang menakutkan hidup nama tidak memiliki penghasilan, ditambah lagi dengan semakin meningkatnya biaya hidup!

Tentu saja, keluarga akan merawat Anda. Anda beruntung ! Namun apakah Anda tidak ingin memberikan kemudahan kepada keluarga yang akan merawat Anda dengan menyediakan cara dan dana untuk perawatan Anda ?

Seandainya kita balik situasinya. Tentu bukan Anda, melainkan saudara Anda yang cacat. Sekarang, bagaimana Anda dapat membantu merawatnya? Bukankah itu akan lebih baik jika ia juga memberi Anda uang sebesar S$ 10,000(Rp 60juta) setiap tahun untuk membiayai beberapa pengeluaran? Hal ini sangat masuk akal untuk dilakukan, dan juga mencerminkan rasa persaudaraan.

Seorang agen yang sebelumnya bekerja di sebuah industri kontruksi melaporkan bahwa ketika ia kembali ke tempat kerjanya untuk menawarkan asuransi jiwa, ia memperoleh tanggapan yang positif. Mengapa? karena orang-orang yang bekerja di industri ini sangat menyadari bahwa kecelakaan dan kematian dapat terjadi kapan saja, khususnya pada saat mereka sama sekali tidak menyadarinya.

161 Tahun Pengalaman.



Didirikan di London pada tahun 1848, Prudential bermula sebagai The Prudential Mutual Assurance Investment and Loan Association. Setelah melalui beberapa akuisisi perusahaan lainnya, nama ini dipersingkat menjadi The Prudential Assurance Company(PAC) tahun 1867.

PAC menjadi perseroan terbatas pada tahun 1881. Pada masa ini perusahaan dimiliki oleh kurang dari 100 pemegang saham yang kebanyakan merupakan keluarga atau relasi dari para direkturnya. Saham Prudential kemudian mulai diperdagangkan di bursa saham London (London Stock Exchange) tahun 1924.


Pada tahun 1970-an, setelah mengakuisisi beberapa perusahaan lainnya, kondisinya menjadi tidak praktis untuk mengelola sejumlah perusahaan ini di bawah Prudential Assurance Company, sehingga dibentuklah Prudential Corporation plc tahun 1978 sebagai sebuah holding company untuk manajemen yang lebih leluasa.

Saat ini di bawah grup Prudential ada sejumlah nama yang disegani secara global. Di Inggris, Prudential adalah penyedia jasa asuransi jiwa dan dana pensiun terkemuka yang menawarkan berbagai produk keuangan ritel. M&G adalah pengelola dana Prudential di Inggris dan Eropa, yang mengelola dana sekitar US$ 317 milliar. Jackson National Life, yang diakuisisi Prudential pada tahun 1986, adalah penyedia jasa tabungan jangka panjang dan dana pensiun terkemuka bagi nasabah ritel dan institusi di Amerika.

Prudential mengoperasikan bisnis asuransi jiwa di 12 negara Asia yaitu Republik Rakyat China (RRC), Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Di wilayah ini, Prudential juga menjangkau lingkup geografis yang luas dengan mengoperasikan bisnis pengelolaan dana di 10 pasar-RRC, Hong Kong, India, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Taiwan, Vietnam, dan Uni Emirat Arab.

1848-Prudential didirikan di Hatton Garden, London, pada 30 Mei 1848 dengan nama "The Prudential Mutual Assurance Investment and Loan Association", dengan tujuan menawarkan asuransi jiwa dan pinjaman pada masyarakat kelas menengah(middle classes).

Rabu, 02 Desember 2009

Prudential Kumpulkan Premi Rp 1,9 triliun



JAKARTA. Tren pertumbuhan pendapatan premi PT Prudential Life Assurance berlanjut hingga kuartal ketiga tahun ini. Prudential meraih premi senilai Rp 1,9 triliun di kuartal ketiga, meningkat 14,4% dibandingkan perolehan di kuartal kedua.


Porsi terbesar pendapatan berasal dari premi baru, nilainya Rp 936,3 miliar. Pendapatan dari premi syariah Rp 254,6 miliar.

Presiden Direktur Prudential Kevin Holmgren menilai, pasar asuransi jiwa terus menunjukkan perbaikan hingga kuartal III tahun ini. "Kinerja kuartal ketiga menunjukkan Prudential memiliki fondasi yang kokoh. Kami mampu mencetak pertumbuhan pendapatan premi," jelasnya seusai menghadiri acara Corporate Social Responsibility Prudential di lembaga pemasyarakatan anak Tangerang, Rabu (2/12).

Kendati krisis keuangan global baru saja berlalu, Prudential tidak menghentikan upaya mensosialisasikan manfaat asuransi. Di akhir September, jumlah nasabah Prudential mencapai 846.975, atau bertambah 28,1% dari jumlah nasabah di kuartal yang sama tahun sebelumnya.


Fransiska Firlana
http://www.kontan.co.id/index.php/keuangan/news/25999/Prudential-Kumpulkan-Premi-Rp-19-triliun

Selasa, 01 Desember 2009

Harga Emas Tembus US$1200 per Ons Troy



02 Desember 2009 | 10:30
JAKARTA. Harga emas tak henti-hentinya membukukan rekor baru. Melemahya dollar Amerika serikat (AS) kembali mendongkrak harga emas, yang menjadi buruan investor global sebagai safe haven. Pada perdagangan Rabu (2/12) pukul 10.40 WIB, harga emas di pasar spot telah mencapai rekor baru di US$ 1.209,13 per ons troy.


Harga emas beberapa pekan terakhir memang terus melonjak, seiring melemahnya dollar AS terhadap euro dan yen. Bahkan, krisis utang Dubai World yang sempat membuat bursa global anjlok, tak mampu meredupkan kilau si kuning cerah ini. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas setahun ini telah naik 37%. Sedangkan dollar AS pada periode yang sama turun sebesar 8,5% terhadap enam mata uang utama dunia.

Menurut Chief Investment Officer Swiss Asia Capital Pte Ltd. Jurg Kiener, alasan utama harga emas terus melonjak adalah, investor tidak lagi percaya terhadap pemerintah dah perbankan. Sebab sudah terlalu banyak uang kertas dicetak yang berisiko inflasi bakal meningkat. Alhasil, investor memilih mengamankan kekayaannya dari risiko inflasi plus pelemahan dollar AS dengan memburu emas. "Investor membeli emas setiap hari. Tak heran, harganya terus naik," ujar Jurg kepada Bloomberg, Rabu (2/12).
Sopia Siregar Bloomberg
diambil dari http://www.kontan.co.id/index.php/investasi/news/25946/Harga-Emas-Akhirnya-Tembus-US-1.200-per-Ons-Troy

Senin, 30 November 2009

Asia Keluar Dari Krisis Dubai.



JAKARTA. Mayoritas bursa saham di kawasan Asia ternyata mampu menahan efek domino krisis utang Dubai World. Buktinya, pada penutupan perdagangan kemarin, indeks bursa Asia menghijau.
Kemarin, indeks Hang Seng menguat 3,25%, indeks bursa Shanghai melambung 3,20%, dan Nikkei 225 naik 2,91%. Padahal, setelah Dubai World mengumumkan problem utangnya akhir pekan lalu, indeks bursa Asia rata-rata tergerus hingga 4%.


Analis Universal Broker Indonesia Securities Andri Zakarias Siregar bilang, efek krisis Dubai World tak berpengaruh signifikan ke bursa Asia. Ini lantaran tak banyak negara Asia yang bergantung pada perusahaan asal Timur Tengah itu. "Jepang memang menjadi salah satu kreditur Dubai World, tapi nilai piutangnya tak terlalu besar," ujarnya, kemarin (30/11).

Kepala Riset Kresna Graha, Jordan Zulkarnaen menimpali, efek Dubai World relatif minim. "Kecuali bursa STI Singapura, karena beberapa bank Eropa tercatat di bursa saham Singapura," imbuhnya.

Sedangkan Analis Credit Suisse Sakthi Siva, dalam risetnya akhir pekan lalu mengungkapkan, perekonomian negara-negara Asia tak terpengaruh efek Dubai World. Sebab, fundamental ekonomi kawasan ini masih cukup baik. Indikatornya, antara lain tingkat gross domestic product (GDP). Mayoritas GDP negara di Asia masih positif.

Dalam mengukur fundamental perekonomian kawasan Asia, Sakhti juga memakai rasio utang jangka pendek terhadap cadangan devisa tiap negara. Indonesia dan Korea, dua negara Asia yang sempat terkulai parah akibat krisis 1997, kini bangkit.

Tahun depan, rasio utang bersih terhadap ekuitas atau net debt to equity Indonesia dan Korea masing-masing 26% dan 23%. Bandingkan pada tahun 1997, Indonesia dan Korea memiliki rasio utang bersih terhadap ekuitas 147% dan 198%.

Andri menambahkan, krisis Dubai juga tak terlalu merembet ke Amerika Serikat. Ini jelas menguntungkan bursa Asia, lantaran selama ini AS jadi parameter bursa Asia.

Tapi, Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas, Pardomuan Sihombing bilang, penguatan indeks Asia hanya technical rebound sesaat. "Efek Dubai World masih akan berlanjut pada pekan ini," katanya sembari memprediksikan.


Ade Jun Firdaus, Abdul Wahid Fauzi KONTAN

AdBrite

Followers