Sabtu, 31 Oktober 2009

Perencanan Keuangan.




Hallo rekan-rekan pernah dengar gak orang yang sukses dan memiliki segalanya, tiba-tiba kehilangan semuanya dan tidak punya apa-apa lagi...
Jatuh sakit atau mengalami masalah keuangan, tidak ada seorangpun dapat menghidari jika hal itu terjadi, adakah orang tua yang hari tuanya ingin mengantungkan hidup kepada anaknya? atau adakah orang tua yang merencanakan pendidikan untuk anaknya yang tidak berkualitas?

Sudah pasti setiap orang perlu perencanaan keuangan pribadi sehingga kehidupan mereka atau keluarga tetap berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Ada kata bijaksana seperti berikut: "jika Anda mengabaikan keuangan Anda, maka hal itu akan datang kembali dan menghantui Anda".

Perencanaan keuangan pribadi sangat penting karena suatu proses pencapaian tujuan keuangan melalui pengelolaan keuangan yang terencana. Tujuan keuangan itu mencakup perencanaan dana pendidikan anak, perencanaan dana pensiun, perencanaan perlindungan keluarga, perencanaan proteksi kekayaan atau aset, perencanaan terhadap sakit kritis, dan lain sebagainya. Jika keuangan Anda kuat, maka selanjutnya Anda dapat menggunakannya untuk memperkaya bagian-bagian kehidupan Anda yang lain.
by Johan Tamin.

Jumat, 30 Oktober 2009

Otobiografi Donald John Trump


Donald John Trump (born June 14, 1946) is an American business magnate, socialite, author and television personality. He is the Chairman and CEO of the Trump Organization, a US-based real-estate developer. Trump is also the founder of Trump Entertainment Resorts, which operates numerous casinos and hotels across the world. Trump's extravagant lifestyle and outspoken manner have made him a celebrity for years, a status amplified by the success of his NBC reality show, The Apprentice (where he serves as host and executive producer).

Donald was the fourth of five children of Fred Trump, a wealthy real estate developer based in New York City. Donald was strongly influenced by his father in his eventual goals to make a career in real estate development,[2] and upon his graduation from the Wharton School of the University of Pennsylvania in 1968, Donald Trump joined his father's company, The Trump Organization.

Starting with the renovation of the Commodore Hotel into the Grand Hyatt with the Pritzker family, he continued with Trump Tower in New York City and several other residential projects. Trump would later expand into the airline industry (buying the Eastern Shuttle routes),[3] and Atlantic City casino business, including buying the Taj Mahal Casino from the Crosby family, then taking it into bankruptcy. This expansion, both personal and business, led to mounting debt.[4] Much of the news about him in the early 1990s involved his much publicized financial problems, creditor-led bailout, extramarital affair with Marla Maples, and the resulting divorce from his first wife, Ivana Trump.

The late 1990s saw a resurgence in his financial situation and fame. In 2001, he completed Trump World Tower, a 72-story residential tower across from the United Nations Headquarters.[5] Also, he began construction on Trump Place, a multi-building development along the Hudson River. Trump owns commercial space in Trump International Hotel and Tower, a 44-story mixed-use (hotel and condominium) tower on Columbus Circle. Trump currently owns several million square feet of prime Manhattan real estate,[6] and remains a major figure in the field of real estate in the United States and a celebrity for his prominent media exposures.
Dialah Trump, Donald J. Trump. Pengasuh reality show The Apprentice, pemilik enam klub golf internasional, kasino, restoran, merek parfum pria, hingga pemegang hak penyelenggaraan Miss Universe. Dia juga triliuner juragan properti di New York, Los Angeles, Chicago, hingga Seoul, Korea Selatan. Sulit mengidentifikasi pendekatan tempat untuk Trump. Dia ... Lebih Details
Rahasia Sukses Donald
Pikiran Rakyat, 5 Maret 2008

DONALD Trump merupakan simbol mimpi Amerika, ikon keberhasilan dan inspirasi bagi jutaan orang di seluruh dunia. Fakta bahwa dia berhasil membangkitkan kembali kerajaan bisnisnya menjadi miliarder setelah tenggelam dalam utang sebesar 9 miliar dolar AS membuat kisah hidupnya semakin luar biasa. Trump mengenal dunia bisnis dari segala perspektif, da... Lebih Details
Dari Lilitan Utang, Menuju Imperium Bisnis Raksasa
Asih astuti, Sumut Pos, 13 Maret 2008

Di awal karier, kita sering mengira bahwa kita sudah menghadapi segala rintangan. Ternyata tidak. Tidak lama setelah suatu masalah terpecahkan, muncul masalah lain. Cara kita menangani masalah, menunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya.

Situasi yang menghancurkan sebagai orang, malah membuat orang lain berkembang. Karena m... Lebih Details
Bangkrut Tak Berarti Kiamat
GATRA, 26 Maret 2008

Setelah meraih sukses, pengusaha kakap bidang properti dan hiburan ini pernah bangkrut. Trump menawarkan 33 jurus untuk bangkit dari keterpurukan usaha.

Bayangkan bila suatu ketika Anda dipanggil pihak bank tempat Anda berutang ratusan miliar. Padahal saat itu usaha Anda sedang jatuh tapi alias bangkrut. Langkah apa yang akan Anda tempuh? Berusaha k... Lebih Details
Sukses Trump Bergantung Pada 33 Rahasia Ini
DUIT! 03/III/Edisi Khusus Franchise Paling Gress 2008

Buku ini mengungkap rahasia sukses raja properti AS Donald J. Trump. Buku yang aslinya berjudul The Trump Way ini diterjemahkan dengan tambahan judul 33 rahasia sukses Donald Trump.

Jika Anda memiliki usaha, seharusnya baca buku ini. Bukan karena penulisnya adalah Donald J. Trump, raja properti Amerika Serikat... Lebih Details
Simbol Mimpi Amerika
Parle, No. 128 th III | 3 - 10 Maret 2008

“Jika akan berpikir, berpikirlah yang besar” ―Donald J. Trump

Sukses berbisnis butuh lebih dari sekedar kerja keras dan ide cemerlang. Harus banyak belajar dan terus belajar untuk memahami kunci rahasianya. Salah satunya adalah belajar dari kesuksesan seseorang yang terbukti sebagai yang terba... Lebih Details

Kamis, 29 Oktober 2009

What's Next in The Market-Koreksi Sesaat atau Longsor?


Anda tentu tahu apa yang terjadi dengan Titanic, Hampir tengah malam 15 April , 1912 Saat sesuatu yg sangat optimis berubah menjadi petaka tak terlupakan . di bangun dengan sangat wah…dan diberi label “ bahwa tuhan pun tak akan bisa menengelamkan TITANIC". Titanic adalah yang terbesar dan tercepat saat itu.
Bahkan walau Titanic's crew wsangat hati hati dan tahu bahwa faktanya laut yang tenang itu ada gunung es yg besar dibawahnya yang masih tak terlihat. Tapi kapal itu mau memecahkan rekor kecepatanya sampe ke tujuan yang tidak pernah ada dalam sejarah.

Saat ini di jaman modern, investors harus hati hati dam dalam melihat lingkunagn sekitarnya seperti symbol icebergs didalam kisah Titanic. Investor yang cerdas bersedai mendapat sedikit dan lebih banyak wait and see atas tanda tanda WARNING, Tidak perlu di translate lagi bahwa keadaan market saat ini persis seperti titanic, investor lainnya mungkin baru menyadari kisah titanic setelah mereka melihat account bank nya. The point its, apa yang terjadi di masa lalu akan kembali terjadi walau tidak dalam persentase yang sama tetapi dalam grafik yang mirip. So times for starting Caution about for portfolio detail.
Iceberg cluster #1: Memble leadership
Market no leader, im mean no one can beat USD, semua masih kiblat ke sana, pemimpin dunia hanya berandai andai saja punya suatu artelnative di luar USD, mereka sangat sesak melihat portfolio mereka yg terlalu banyak dalam USD mau di kemanakan, masuk ke stock market seperti kaki masuk kedalam gayung, anda tentu jadi tahu market tumpang, mereka ketika setiap kali menyadari rugi yg lebih banyak, alih alih, kembali intervensi USD, anda liat saja EUR/USD, European central bank sibuk waktu EUR sampe tembus 1.5000, EUR/CHF 1.5000, Yen 85 , GBP 1.6500, Indonesia 9375 ,china sedih krn HK 7.75 dan macau peg USD, jadi pada suatu saat tertentu, mrk akan intervensi agar nilai asset mereka meningkat, seperti perkiraan sebelumnya bahwa cara paling gampang nutup deficit adalah permainan currency
Iceberg cluster #2: Non-confirmation in the technology sector
Market naik krn dunia gila akan IT, saham IT yg naik krn kinerja mrk yg baik, tapi perekonomian bukan IT, IT only support system, sector ream must flight but that’s still not happenning.
Iceberg cluster #3: Earnings are a lagging - not leading - indicator
Coba liat table di bawah ini, data data menunjukan kinerja dunia turun, harusnya stock market turun tapi kok naik trus, karena bukan dari penghasilan kinerja tapi karena tambahan utang yg sedang berbunga rendah dan permainan rekayasa keuangan klas canggih model yg di beritakan Koran Koran bisnis seperti bakrie dgn cara repo etc, atau indofood, gajah tunggal dll yang cant pay back the bonds, pay old bonds by issued new bonds mumpung bunga rendah or convert to new share, jadi mana earningnya dari real business

Alcoa, salah satu biggest components of the hottest sector - materials (NYSEArca: XLB - News), surprised investors with a positive third quarter. Year-to-date, tetapi, Alcoa lost $0.75 per share. This compares to a profit of $2.95 per share in 2007. so the point , Alcoa tidak menghasilkan earning sama sekali P/E ratio, earnings.
Tahu kah anda bahwa bulan maret relationship antara stocks dan earnings, it would be interesting to know what caused the March bottom.
Pada February and March, Wall Street di selimuti kekuatiran bahwa USA slip into another depression. Bahkan Sejak the Great Depression, tidak pernah ada banyak data atau articles bahwa resesi buruk market ada di maret. Jadi si pintar masuk pada saat market ketakutan dan mereka selalu keluar di market buruk selalu dalam sejarah di September october
Ini murni pessimism membayangi market sampe bottom. pessimism menunggangi market jadi sangat lemah.

Iceberg cluster #4: No demand for products
Ngak ada consumer berlebih, stag, PHK meningkat, anda tahu ngak kalo indudtri kayu yangsangat rakus kayu sekarang nebangnya kurang karena yg bangun rumah di amrik pake papan semua ngak order, iyah, emang kemarin ini baru home price naik, tapi investor lagi yg entering, user no one have money, liat aja acara oprah yang di tayangkan oprah berturut2 bagaimana cara berhemat, bagaimana cara belanja murah, contoh lain, UPS tuh di amrik cargo murah door to door, omset nya drop separuh, ini bukti ngak ada yg belanja bnyk lagi, tetap belanja tetapi model oprah cari discount, confidential optimism turun krn mau di bilang signal pemulihan , orang masih phk trus nganggur almost 10 %
Iceberg cluster #5: (Over) valuation
Would you buy the Dow Jones at 10,000? Ini depends anda mau simpan sampe kapan sehari seminggu, setahun, untuk pensiun. Banyak investors and Wall Street gurus ngajarin buy the Dow at current levels. Tapi……..
Tolong jawab saya: Did you buy the Dow at 7,000? If you didn't buy the Dow a few months ago at 7,000, why would you buy it today at 10,000? Today's Dow is 50% more expensive than it was seven months ago, Tapi anehnya saat ini orang lebih semangat dan lebih gila untuk belanja di bandingkan maret. Okelah…. Susah argue, liat real fact di lapangan, atau ganti subject pertanyaan, there is no other 'salesman' able to sell a product for a 50% premium.
Semua karena perception , if perception change…..mati deh………..so beware for perception change for go down and down now………. Liat grafik


Adakah diantara anda yang membeli saham senilai 138 kali earnings. In other words, based on this year's earnings, it would take 138 years of profits to repay your investment.
Would you buy a Subway, KFC, Mcdonalds franchise at 138 times its annual profit if you knew that 15 - 20 is the historical average? 15 - 20 is the average P/E ratio over the past 100 years. Anybody buying now will have to be prepared for significantly lower prices. In other word prepared for suicide……..
Some things never change
History teaches us that overvalued markets can't last forever. History also teaches us how far the market will have to drop to reach fair values. The bear markets of the 1930s, 1940s, 1950s, 1970s and 1980s have provided us with a valuation reset template.
Every bear market bottom has seen P/E ratios drop to historically low levels. Investors, however, don't have to rely on P/E ratios alone. Dividend yields, mutual fund cash levels, and the Dow measured in the only true currency - gold (NYSEArca: GLD - News) provide another window into the future - a nearly fail-proof composite indictor.
TAHU KAH ANDA “ Titanic “ menerima ada iceberg warning less than two hours before an iceberg brushed the ship's starboard side, buckling the hull in several places? An angry communications officer responded: 'Shut up, shut up, I am busy; I am working.' There are plenty of indicators warning investors today. APAKAH ANDA heed the WARNING and avoid financial shipwreck?

By Lim G S

Tips Memilih Perusahaan Asuransi.


Memilih perusahaan asuransi yang baik memang tidak gampang. Apalagi ditengah persaingan yang ketat diantara perusahaan asuransi saat ini. Maka dari perlu di adakan studi banding, cari informasi di internet berita-berita tentang asuransi, bahkan tanya rekan sekerja, bahkan dari orang-orang yang sudah memiliki asuransi, tentunya pilihannya adalah yang menguntungkan kita.


Perusahaan asuransi dalam promosinya selalu memberikan yang terbaik dalam promosinya baik melalui iklan televisi atau brosur dan media lainnya sehingga membuat masyarakat yang awam menjadi bingung dalam menentukan pilihan. Ada beberapa faktor yang menurut saya perlu diperhatikan dalam memilih perusahaan asuransi jiwa khususnya:

1.Premi
Banyak perusahaan asuransi yang menawarkan premi(harga) yang murah tetapi hati-hati karena hal itu berkolerasi erat dengan ketidakmampuan membayar klaim, jadi jangan cepat-cepat tergoda apalagi ada diskonnya.

2.Besar-Kecilnya Perusahaan
Organisasi yang besar, cabang atau agency tersebar luas ada dimana-mana menjadi salah satu pertimbangan.

3.Laporan Keuangan.
Nah ini sangat penting karena dengan ini kita dapat menganalisa suatu perusahaan asuransi sehat atau tidak dan sekarang pemerintah juga mengharuskan untuk memberikan laporan keuangan ke media massa lewat koran atau majalah.

4.Custemer Service Berkualitas.
Perusahaan Asuransi yang bagus tentunya dapat memberikan pelayanan yang baik untuk nasabahnya dan memenuhi standart pelayanan nasabah.

5.Perfoma Perusahaan Asuransi.
Citra atau kinerja perusahaan asuransi dimata masyarakat umumnya, bisa dilihat dari beberapa majalah yang mengadakan pemeringkatan perusahaan-perusahaan asuransi dengan berbagai kategori atau kriteria sehingga bisa diketahui ranking perusahaan tersebut.

6.Visi dan Target Perusahaan Asuransi.
Hal ini untuk memastikan apakah perusahaan asuransi tersebut mampu melayani nasabah untuk jangka waktu yang panjang.

7.Usia Perusahaan Asuransi.
Ini menjadi salah satu faktor pendukung juga, semakin lama usia perusahaan tersebut semakin bagus itu menandakan perusahaan tersebut mampu melewati masa-masa sulit yang penuh tantangan seperti krisis global, Sebab hal ini mencerminkan komitmen dan integritasi perusahaan.

Rabu, 28 Oktober 2009

Analisa Index


in this 3 days entering this week very strong sight thats market will be goes down, estimated in few days will send the price to :

CAC40 : 3500
DAX : 5400
FTSE : 5000
DOW : 9600
Shanghai : 2800
Hangseng : 21000
Jakarta : 2300
Nikkei : 10000


Forex look like will goes to

EUR/USD : 1.6675
GBP/USD : 1.6100
EUR/CHF : 1.5100
USD/CHF : 1.0300
JPYEN : 92.00

look like times for USD make revenge after 14 weeks send it to the lower againt few wolrd strong currency, must remember USD will weak in the next few years but will deaming if happening in few night, caution and beware its wise desicion now in next few days.


from lim gs.

Selasa, 27 Oktober 2009

Perlukah Asuransi di Masa Krisis?


Perekonomian dunia sekarang sedang dilanda krisis financial/keuangan yang juga mempengaruhi Negara kita. Membuat daya beli masyarakat turun, sementara kebutuhan hidup meningkat dan berbagai resiko akan muncul yang harus segera diwaspadai serta dikelola dengan bijaksana.

1.Resiko yang ditimbulkan akibat krisis global sangat berpengaruh kepada setiap individu.
(contoh :banyak karyawan dirumahkan, akhirnya banyak pengangguran otomati kriminal akan meningkat belum lagi secara psikologis banyak orang stress, depresi, yang akhirnya bunuh diri)
2.Tujuan Asuransi adalah proteksi bukan investasi.
Kebanyakan orang membeli asuransi yang dilihat adalah hasil investasinya padahal yang harus mereka perioritaskan adalah proteksi nya. Sehingga polis yg mereka ambil bisa lebih maksimal mis : ambil uang pertanggungan sebesar Rp 1 milyard.

3. Sakit Kristis.
Apalagi jaman sekarang banyak sekali anak-anak muda yang terkena sakit kritis seperti serangan jantung, kanker, stroke dll . program ini sangat membantu untuk mengurangi biaya yang harus dikeluarkan.. bahkan menganti nilai ekonomis si nasabah karena kehilangan penghasilan.
4.Asuransi Rawat Inap dan Bedah memberi ketenangan.
Ketidak nyaman dalam sakit bisa kita kurangin atau bahkan kita hilangkan karena seandainya sampai sakit ujung-ujungnya adalah uang , apalagi jaman sekarang biaya rumah sakit sangat mahal bayangkan apalagi 5 tahun atau 10 tahun kedepan..dimasa krisis sekarang ini Anda membutuhkan ketenangan pikiran untuk meraih apa yang Anda kerjakan. Untuk urusan rumah sakit biarlah Asuransi yang mengelolanya. Ayo BerAsuransi !

AdBrite

Followers