
Seperti diketahui rencananya Menara Jakarta akan dibangun kembali pada Januari 2010 yang berlokasi tepat di sekitar kawasan JIExpo Kemayoran bersebelahan dengan bursa mobil bekas Kemayoran. Menara setinggi 558 meter itu diperkirakan menelan dana hingga Rp 5 triliun yang murni dibangun oleh swasta diantaranya Prajogo Pangestu, Henry Pribadi dan lain-lain.
Menara Jakarta yang dekat laut akan memberikan ikon selamat datang bagi pelaku usaha asing yang datang melalui kapal-kapal bisnis. Hal ini bisa dilihat dari patung Liberty di New York, Opera House di Sydney, dan lain-lain.
Memang di utara harus ada ikon, negara-negara besar ada di utara kita, Selain itu, masalah ketinggian bisa dimaknai sebagai bentuk kompetisi antar bangsa dalam upaya menunjukan kemampuan negara bersangkutan dan juga pengakuan dari bangsa lain.
Ia mencontohkan Menara 101 di Taiwan menunjukan negeri gempa seperti Taiwan masih bisa mendirikan bangunan tinggi ratusan meter dengan kokohnya meski sering dilanda gempa.
Soal ketinggian bagaimanapun jika ada gedung tertinggi di ASEAN (Menara Jakarta) akan jadi bahan pembicaraan, dan bisa menjadi pusat perhatian, ini bisa menopang kegiatan bisnis dan kemudian menjadi kawasan pusat bisnis baru di jakarta bahkan mungkin dalam waktu jangka panjang bisa mengalahkan kawasan sudirman.
Disamping itu Kesemrawutan base tranceiver station (BTS) di Jakarta makin parah, Menara Jakarta sangat representatif untuk dijadikan pusat menara BTS untuk meminimalkan permasalahan yang disebabkan ruwetnya menara BTS di DKI, yang jumlahnya mencapai 3.400 menara. Sebenarnya kalau kita punya menara permanen seperti di Seoul, Shanghai, Toronto, Paris, maka menara transmisi yang tinggi-tinggi yang sekarang ada di Kebon Jeruk yang dipermasalahkan oleh masyarakat akan jadi terselesaikan. Tentu juga harus dilengkapi dengan jaringan serat optik(fiber network) plus kabel-kabel yg semrawutan juga bisa diatasi.


